Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

A WEDDING INVITATION : Sappy Romantic Drama With Slightly Disbelief Core

Quote:
Qiao Qiao: Do you know how it feels? The ache in your heart, whenever you think of someone?

Nice-to-know:
Produksi patungan Beijing Century Media International dan CJ Entertainment ini sudah rilis di China pada tanggal 12 April 2013 yang lalu.

Cast:
Eddie Peng sebagai Li Xing
Bai Baihe sebagai He Qiao Qiao
Jiang Jin Fu sebagai Mao Mao
Lin Mei-Hsiu sebagai Ibu Li Xing
Pace Wu sebagai Zhou Rei

Director:
Merupakan film kelima bagi sutradara Korea, Oh Ki-Hwan yang saya kenal lewat Art of Seduction (2005).

W For Words:
Masih adakah kesempatan kedua bagi cinta? Sudah berapa ribu kali tema tersebut diangkat dalam film oleh sineas belahan dunia manapun. Kali ini China dan Korea berkolaborasi atas prakarsa CJ Entertainment menghadirkan versinya sendiri. Penulis skrip China, Qin Haiyan memberi amunisi pada sutradara Korea, Oh Ki-Hwan untuk mengeksekusinya. Meski sempat kesulitan mencari cast yang pas akhirnya bergabunglah aktor populer Taiwan, Eddie Peng dengan bintang China, Bai Baihe sebagai lead nya. Formula yang tampaknya cukup ampuh untuk menarik minat masyarakat Asia Pasifik.

Li Xing dan Qiao Qiao adalah pasangan kekasih semenjak SMU. Menjelang lulus, Li Xing melamar Qiao Qiao di sebuah café. Di luar dugaan, Qiao Qiao menolak dengan alasan Li Xing belum siap. Mereka membuat perjanjian jika dalam 5 tahun ke depan belum menikah maka akan bersatu kembali. Saat yang dinanti tiba, Qiao Qiao menghubungi Li Xing hanya untuk mendapati pria tersebut akan menikah dengan putri bosnya, Zhou Rei. Dengan bantuan sahabatnya yang gay yaitu Mao Mao, Qiao Qiao memberanikan diri untuk merebut hati Li Xing kembali sekaligus menguak rahasia besar yang tersimpan.

Premis film ini memang menjanjikan. Sayangnya banyak lubang menganga disana-sini yang membuat penonton sulit untuk dapat memahami pribadi Li Xing dan Qiao Qiao sepenuhnya.  Apapun alasannya, cap materialistis Qiao Qiao sulit dihilangkan. Gadis ini menjadi abu-abu karenanya. Sama halnya dengan Li Xing yang terkesan berdiri di tengah-tengah, antara playboy flamboyan atau kekasih setia. Kompetisi masak yang diikuti Li Xing juga tidak meyakinkan. Publikasi besar hingga disiarkan langsung di televisi dengan ditonton oleh ribuan pasang mata hanya untuk menjadi chef hotel bintang tiga? Really?

Sutradara Oh dengan timnya yang dibawa langsung dari negeri ginseng itu memang sudah melakukan yang terbaik. Terbukti feelfilmnya sangat Korean dengan pemilihan setting yang ciamik dan tata artistik yang sedap dipandang. Scoring musik dari Lee Ji-Soo juga tidak mengecewakan dalam membangun mood. Transisi komedi di paruh awal menjadi melodrama di paruh akhir terbilang mulus meski dilakukan dengan cukup instan. Terima kasih pada supporting Jiang Jinfu dan Pace Wu yang lumayan mencuri perhatian.

A Wedding Invitation adalah sebuah date movie dimana sang pria sebaiknya menyiapkan tisu untuk pasangannya. Pada akhirnya akan membagi audiens menjadi dua. Mereka yang kritis tidak akan terlalu menyukainya karena alasan yang saya sebutkan di paragraf sebelumnya. Namun bagi easy viewers tampaknya tak akan merasa keberatan dan bisa dengan mudah terhanyut dalam permainan takdir. Pesan yang ingin disampaikan tentu saja ajakan untuk menghargai setiap momen selagi jatuh cinta sebelum semuanya terenggut dan meninggalkan guratan penyesalan nan dalam.

Durasi:
104 menit

Overall:
7.5 out of 10

Movie-meter: