Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

THE MAN WITH THE IRON FISTS : Cheesy Martial Arts Attempt From RZA

Quote:
The Blacksmith: When you forge a weapon, you need three things: the right metal, temperatures over fourteen hundred degrees... and someone who wants to kill. Here in this village, we got all three. 

Nice-to-know: 

First cut film ini berdurasi empat jam. Sutradara RZA sempat menyarankan membaginya dalam dua film tapi produser Eli Roth tak setuju. Mereka akhirnya memotongnya menjad 90 menit.

Cast: 
RZA sebagai Blacksmith
Rick Yune sebagai Zen Yi, The X-Blade
Russell Crowe sebagai Jack Knife
Lucy Liu sebagai Madam Blossom
Dave Bautista sebagai Brass Body
Jamie Chung sebagai Lady Silk


Director: 
Merupakan debut penyutradaraan RZA alias Robert Fitzgerald Diggs yang lebih dikenal sebagai aktor dan pengisi soundtrack. 

W For Words:
Melihat trailernya yang mengingatkan pada film-film Quentin Tarantino, sebut saja Kill Bill 1-2 (2003-2004), bisa jadi ekspektasi anda akan melambung jauh. Tagline yang cukup provokatif “You can’t spell Kungfu without F & U” pun didengungkan jauh-jauh melalui poster resminya. Tak banyak yang tahu bahwa penggagas film ini adalah RZA (baca: Rizza)  yang lebih dikenal sebagai aktor dan music producer. Tak banyak yang tahu bahwa ia penggemar setia film martial arts yang berpengaruh pada pemilihan Wu-Tang Clan sebagai nama grup hip-hopnya.

Kericuhan terjadi di Jungle Village, sebuah desa terpencil pedalaman China ketika ekspedisi emas milik Gold Lion melintas. Pengkhianatan yang dilakukan asistennya Silver Lion membuat putra Gold Lion yaitu Zen Yi bertekad membalas dendam. Seorang pembuat senjata yang dikenal dengan sebutan Blacksmith tengah berniat melarikan diri dari desa bersama kekasihnya, pelacur Lady Silk yang juga anak buah dari mucikari Madam Blossom. Kedatangan Jack Knife dan Brass Body yang juga mengincar kekayaan dan kekuasaan semakin meruncingkan persaingan hidup dan mati.

RZA bekerjasama dengan produser Eli Roth menulis skrip selama dua tahun dimana titik berat ada pada keunikan senjata yang digunakan masing-masing tokoh. Mungkin itulah penyebab dangkalnya karakterisasi yang seharusnya dimiliki juga. Dialog-dialog one liners tidak cukup membantu penonton untuk merasa terikat pada salah satu di antara mereka. Fokusnya pun tak terbentuk sempurna karena berpindah-pindah mulai dari Jack Knife di bagian pembuka, X Blade di pertengahan hingga Blacksmith di penghujung. Who’s actually the protagonist in here?

Sebagai sutradara, RZA menyajikan adegan kematian dengan brilian, unsur gore dengan cipratan darah disana-sini akan membuat anda terpekik. Temponya cukup terjaga lewat serangkaian sekuens aksi non-stop seru. Sayangnya flashback di beberapa bagian sedikit mengganggu walau sebetulnya tidak perlu. Scoring music nya yang merupakan kombinasi hip hop, new age, simfoni dan berbagai genre lain amat mendukung narasinya. Tata kostum dan artistik juga tergolong menakjubkan ditambah efek CGI untuk membuat “transformasi” nya terasa nyata.

Kemunculan RZA sebagai Blacksmith merupakan satu titik lemah meski porsinya sudah minim. Menarik melihat Russell Crowe memainkan peran yang berbeda dengan tubuh yang tambun. Aksi Lucy Liu jelas mengingatkan anda pada tokoh O-Ren Ishii dalam film yang disebutkan di atas. Byron Mann memberikan akting teatrikal sebagai bad guy. Berbeda dengan Dave Bautista, Cung Le atau Rick Yune yang memperlihatkan keunggulan fisik masing-masing. Jangan lupakan penampilan cameo dari Chen Kuan Tai, Gordon Liu, Pam Grier, Daniel Wu hingga Andrew Lin di berbagai kesempatan terbatas.

The Man With Iron Fists merupakan proyek ambisius RZA yang terlepas dari mempunyai nilai jual tetapi pada akhirnya kesulitan untuk mempertahankan konsep serious action flick hingga terkesan campy dan silly sekaligus. Pengungkapan berbagai twist yang disiapkan alih-alih memberikan kejutan, nyatanya malah semakin membingungkan dengan lapisan plot yang bertumpuk tak terselesaikan. Saksikan apabila anda menginginkan sebuah suguhan martial arts ala Asia dalam nafas Western yang kental. It would be fun enough for you to shout f*ck and sh*t several times during movie.

Durasi: 
95 menit

U.S. Box Office: 
$15,522,060 till Dec 2012


Overall:
7 out of 10

Movie-meter:

Notes:
Art can’t be below 6
6-poor
6.5-poor but still watchable
7-average
7.5-average n enjoyable
8-good
8.5-very good
9-excellent