Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

HELLO GOODBYE : Menafsirkan Pertemuan dan Perpisahan Cinta


Quotes: 
Indah: Memaki perpisahan sama saja kamu mengutuk pertemuan.

Nice-to-know: 
Film yang diproduksi oleh Falcon Pictures ini mengadakan press screening dan gala premierenya sekaligus di Djakarta XXI eX pada tanggal 22 November 2012.

Cast: 
Atiqah Hasiholan sebagai Indah
Rio Dewanto sebagai Abi
Kenes Andari
Sapto Soetarjo
Khiva Iskak
Verdi Solaiman
Eru

Director: 
Merupakan debut penyutradaraan Titien Wattimena yang selama ini dikenal sebagai penata skrip.

W For Words:Demam Korea telah melanda publik Indonesia sejak serial Autumn In My Heart (dikenal pula dengan Endless Love) yang dibintangi trio Song Seung Hun, Song Hye Kyo dan Won Bin diputar di stasiun televisi pada tahun 2000. Lantas menyusul puluhan judul lain yang juga berhasil mencuri perhatian pemirsa. Melihat hype tersebut rasanya tinggal menunggu waktu sebuah produksi film Indonesia bisa dilakukan disana, menyusul apa yang dilakukan negeri tetangga Thailand lewat Hello Stranger (2010). Adalah Falcon Pictures yang mewujudkan angan-angan tersebut di tahun 2012 dengan dukungan nama-nama kondang di belakangnya. 

Siapa yang tidak mengenal nama Titien Wattimena? Setelah menangani sekitar 25 skrip film semenjak Mengejar Matahari dan Tentang Dia di tahun 2004, ia akhirnya berani "naik tingkat" sebagai sutradara. Berbagai titik lokasi populer di Korea Selatan disulap menjadi panggung bertutur yang mampu memberikan pengalaman baru. Setidaknya anda yang belum pernah mengunjungi negeri ginseng itu bisa jadi terpana melihat hasil sinematografi Yunus Pasolang. Lantunan suara merdu Eru dalam tembang kian menghangatkan suasana sendu nan syahdu.

Staf KBRI Busan, Indah bersua dengan pelaut asal Indonesia juga, Abi yang mengalami serangan jantung. Atasan Indah menugaskannya menjaga Abi hingga sembuh. Itulah sebabnya Indah mau bersusah payah bolak-balik rumah sakit untuk mengontrol keadaan Abi. Sayangnya penerimaan Abi tidaklah seperti yang diharapkan karena ia cenderung antipati. Perbedaan cara pandang hidup yang berbeda menjadi kendala yang harus dihadapi sebelumnya keduanya sepakat untuk berbagi kisah bersama, Indah dengan konsep tujuan sedangkan Abi lebih menitikberatkan pada perjalanan.

Skrip film ini terbukti sesederhana sosok dua orang yang tergambar jelas di posternya. Sepanjang film tidak ada subplot berarti yang dapat mengalihkan perhatian dari Rio dan Atiqah. Padahal jika ada riak lebih niscaya mampu memperkuat sisi penceritaan dengan rentang yang lebih luas lagi. Itulah sebabnya karakter-karakter yang dimainkan oleh Verdi, Kenes, Sapto, Khiva secara timbul tenggelam di layar tidak sampai memberi persinggungan berarti kalau tidak mau dikatakan pelengkap belaka, tidak terkecuali sang “Prince of Ballad” yang menyumbangkan hit berjudul Black Glasses.

Rio dan Atiqah memang pasangan resmi di luar film. Penjiwaan mereka sebagai pasangan di dalam film dengan karakteristik berbeda tentu patut diacungi jempol. Keduanya mampu menarik simpati penonton terlepas dari minimnya pengenalan terhadap pribadi masing-masing. Tidak pula digambarkan bentuk aktifitas macam apa yang dilakoni Atiqah sebagai staf KBRI atau rutinitas yang dijalani Rio sebagai pelaut. Kita diajak percaya terhadap profesi mereka hanya melalui narasi saja. Saya menyukai pertukaran dialog puitis sarkastik yang cukup memorable di antara keduanya sekaligus menjadi terjemahan konflik secara tidak langsung.

Hello Goodbye berhasil menutup agenda perfilman nasional di tahun 2012 dengan manis. Formula romantika yang sebetulnya klise dimana sepasang muda-mudi yang memulai hubungan dengan kecanggungan lambat laun berubah menjadi keselarasan. Perbedaannya adalah Titien menyuguhkan proses yang teramat wajar dan believable. Pertemuan memang sedianya diawali dengan "hi". Namun perjumpaan tak selamanya diakhiri dengan "bye". Semua tergantung pada tujuan masing-masing dimana perjalanan yang diambil tak selalu mengarah sama.


Durasi: 

99 menit

Overall: 
7.5 out of 10 

Movie-meter: