Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DENDAM DARI KUBURAN : Teror Kuntilanak Rumah Baru So What?


Quotes:
Stephen: Dia mandi pake baju apa gak ya?
Willy: Si tolol kalo mandi pake baju namanya diceburin.

Nice-to-know: 
Film ini diproduksi oleh Mitra Pictures dan BIC Productions.

Cast: 
Chika Jessica
Natassa Lengkong
Angie Amanda
Raymond Knuliqh
sebagai Stephen
Dion Chow sebagai Willy
Munajat Praditya sebagai Pasha
Yudha Putra
Yafi Tesazahara
Shinta Bachir
Bolot

Director: 
Merupakan film kesembilan bagi Koya Pagayo di tahun 2012 ini.

W For Words: 
Jika bulan Juli lalu ada Bangkit Dari Kubur maka empat bulan kemudian ada Dendam. Coba anda definisikan perbedaan kata "Bangkit" dan "Dendam" terlebih dahulu. Menurut hemat saya satu bermakna kata kerja dan lainnya sifat yang bisa dikategorikan sebagai objek. Sependapat? Terserah. Namun tampaknya Koya Pagayo tidak mau peduli dan memilih menggunakan "template" yang sudah-sudah. Terima kasih buat timnya yang sudah sangat kompak dan saling pengertian itu. Anjing menggongong, kafilah berlalu. Begitulah kira-kira slogan mereka.

Alkisah Willy si penulis skenario tengah mencari rumah kontrakan baru untuk berkonsentrasi dengan karyanya. Sebuah rumah yang dijaga oleh Pak Bolot menarik minatnya. Ia mengajak dua sohibnya, Stephen si pemilik tempat fitness dan Pasha yang selalu gagal mendekati cewek. Rumah tersebut akhirnya jatuh ke tangan mereka sebelum penampakan demi penampakan mulai mengganggu. Willy yang berpacaran dengan Agnes mulai panas ketika Wisnu mendekati ceweknya itu. Adakah hubungannya dengan cewek seksi penjual parfum bernama Puspita?

Duet penulis skrip "langganan", Erry Sofid dan Ule Sulaeman tampaknya sudah semakin malas memberi nama dan karakteristik yang unik pada tokoh-tokohnya. Tidak penting! Yang jelas selalu ada cowok jayus berbadan kekar, cowok kutu buku pecundang cinta, cowok pintar-pintar bodoh serta sederetan cewek cantik nan seksi. Sebut saja mereka Bunga, Mawar, Duri, Daun dan sejenisnya pun tak akan berpengaruh banyak. Tinggal mainkan interaksi satu tokoh dengan lainnya dalam dialog komedi bernuansa horor secara simultan di sepanjang film. Mudah bukan?

Koya Pagayo juga menggunakan rumah, kamar tidur, kamar mandi, kampus dan kuburan yang sama sebagai setting lokasinya. Saya curiga, jangan-jangan setiap habis syuting tidak pernah dibenahi, langsung dipakai untuk syuting berikutnya. Berapa banyak penghematan yang dilakukan departemen art? Beruntung, make-up sang kuntilanak Puspita dan versi mininya Jojo tidak berlebihan seperti biasanya. Tak jarang mereka memilih nunduk dan muncul tiba-tiba sambil sesekali seliweran layaknya mengenakan sepatu roda.

Dendam Dari Kuburan juga memanfaatkan medio cenayang untuk menjembatani dunia nyata dan alam baka. Lihat bagaimana Kilan kesurupan dan menjelaskan semua kejadian dari mulutnya. Epik! Setelah semuanya terungkap tak berarti film berakhir. Ketika kuburan Puspita dan Jojo diketemukan maka layar segera ditutup. Lagi-lagi penonton jadi korban! Bersyukurlah jika beberapa di antara anda masih bisa tertawa melihat “aksi” Haji Bolot atau Reymond yang repetitif itu. Bahkan judul-judul film kondang macam Spongebob, Spiderman, Safe House dan Jelangkung turut disebutkan tanpa tujuan yang jelas. Ah sudahlah!

Durasi: 
76 menit

Overall: 
6 out of 10

Movie-meter: